LOGIKA DASAR

           Logika  adalah  suatu  displin  yang  berhubungan  dengan  metode  berpikir.  Pada  tingkat  dasar,  logika  memberikan  aturan-aturan  dan  teknik-teknik  untuk menentukan  apakah  suatu  argumen  yang  diberikan  adalah  valid.  Berpikir  logis digunakan  dalam matematika  untuk membuktikan  teorema-teorema, dan  dalam  kehidupan sehari-hari  untuk  menyelesaikan  banyak  masalah. Dalam  logika  kita  tertarik  kepada  benar  atau  salahnya  dari  pernyataan-pernyataan (statemen-statemen), dan bagaimana kebenaran/kesalahan dari suatu statemen  dapat  ditentukan  dari  statemen-statemen  lain.  Akan  tetapi,  sebagai pengganti dari statemen-statemen spesifik, kita akan menggunakan simbol-simbol untuk  menyajikan  sebarang  statemen-statemen  sehingga  hasilnya  dapat digunakan dalam banyak kasus yang serupa. (lebih…)

Teori Himpunan [Statistik]

Kali ini aku mau ngepos bahan dari tugas kul statistikaku… moga ini bermanfaat bagi reader….

1. Definisi Humpunan

Himpunan adalah konsep dasar dari semua cabang matematika. Gerorg Cantor dianggap sebagai bapak teori himpunan. Himpunan adalah suatu koleksi / kumpulan objek-objek dari intuisi atau pikiran kita yang dapat dibedakan antara yang satu dan lainnya.  Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota. Himpunan diberi simbol dengan huruf besar dari abjad: A, B, …, Z. Contohnya: Himpunan lima bilangan genap positif pertama: B = {4, 6, 8, 10}. Jika x merupakan anggota himpunan A, maka ditulis x Î A. Dan jika x bukan merupakan anggota himpunan A, maka ditulis x Ï A. Untuk mendefinisikan himpunan digunakan 4 cara, yaitu : (1) Mendaftarkan semua anggotanya. (2) Menyatakan sifat yang dimiliki anggotanga. (3) Menyatakan sifat dengan pola (4) Menggunakan notasi pembentuk himpunan. (lebih…)

PERBEDAAN INDIVIDU

BAB II

PEMBAHASAN

Dalam dunia pendidikan terdapat berbagai macam faktor yang lain dengan satunya memiliki andil dalam pendidikan. Salah satu tugas yang diemban oleh para pendidik adalah memahami akan berbagai faktor pendukung pendidikan tersebut. Diantara berbagai faktor tersebut adalah bagaimana para pendidik bisa memahami akan situasi dan kondisi, baik lingkungan maupun peserta didik itu sendiri.

(lebih…)

Metode Mengajar (metode pemecahan masalah “problem solving” dan metode studi lapangan) [Makalah]

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam dunia pendidikan umumnya dan proses pendidikan khususnya, penggunaan metode yang tepat dalam pengajaran merupakan hal sangat penting diperhatikan, karena keberhasilan pengajaran sangat tergantung kepada cocok tidaknya penggunaan metode pengajaran terhadap suatu topik yang diajarkan sehingga tujuan pengajarannya tercapai dengan baik.
(lebih…)

Karakteristik Sekolah Menengah Umum

PEMBAHASAN

Sekolah Menengah Umum (SMU) adalah bentuk satuan pendidikan menengah yang menyelenggarakan program pendidikan tiga tahun setelah sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP). Karakteristik pendidikan SMU dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga segi, yaitu:
a. Tujuan Pendidikan
b. Kurikulum
c. Peserta Didik
(lebih…)

Layanan Orientasi dalam BK Karier untuk Kelas [Makalah]

BAB I

PENDHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dasar pertimbangan atau pemikiran tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum, undang-undang atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya secara optimal (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual). Salah satu bidang bimbingan dalam bimbingan dan konseling adalah bimbingan karir.

(lebih…)

Layanan Informasi [Makalah]

BAB I

PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah

Dalam situasi global membuat kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia terutama siswa dan mahasiswa mancapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berfikir, dan meningkatkan kemampuan. Untuk mangatasi hal tersebut perlu disiapkan sumber daya manusia yang bermutu. Manusia atau sumber daya manusia yang bermutu adalah manusia yang sehat jasmani dan rohani, bermoral, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara professional, serta dinamis dan kreatif (Syamsu Yusuf, BK 2008). Hal ini sesuai dengan visi dan misi pendidikan nasional.

(lebih…)

KTSP dan KBK

1. Keterkaitan Antara KBK(kurikulum 2004)  dan KTSP

  • Pada dasarnya KTSP adalah KBK yang dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL). SK dan KD yang terdapat dalam SI merupakan penyempurnaan dari SK dan KD yang terdapat pada KBK. Sebagai contoh dalam Kurikulum MTs 2004 hanya terdapat satu/dua Standar Kompetensi (SK) masing-masing jenjang kelas untuk hampir semua mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Aqidah Akhlak, Al-Qur’an Hadits, Fiqh, dan SKI). Namun dalam Kurikulum 2006 terdapat lebih dari dua SK untuk setiap jenjang kelas untuk seluruh mata pelajaran Pendidikan Agama Islam plus rinciannya pada kelas dan pelajaran tertentu. Masing-masing SK sudah ditentukan mana yang untuk semester 1 dan 2. Sementara itu, batasan semacam ini tidak ada pada Kurikulum 2004.

  (lebih…)

Perbedaan Individu [Makalah]

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Perbedaan individu penting dibahas dan dipahami oleh pendidik agar para pendidik bisa memahami perbedaan dari asing-masing peserta didik. Setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga sering timbulnya permasalahan akibat perbedaan itu. Permasalahan ini kita akan mengetahui berbagai macam perbedaan individu, diantaranya perbedaan kognitif, perbedaan kecakapan bahasa, perbedaan kecakapan motorik, perbedaan latar belakang, perbedaan bakat, perbedaan kesiapan belajar, perbedaan tingkat pencapaian, perbedaaan lingkungan keluarga, latar belakang budaya dan etnis, dan faktor pendidikan.
(lebih…)

HAKIKAT DAN URGENSI BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB I

PENDAHULUAN

A.         Latar Belakang Masalah

Manusia adalah mahluk filosofis, artinya manusia mepunyai pengetahuan dan berpikir, mausia juga memiliki sifat yang unik, berbeda dengan mahluk lain dalam pekembanganya. Implikasi dari kergaman ini ialah bahwa individu memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan megembangkan diri sesuai dengan keunikan ataua tiap – tiap pontensi tanpa menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Dari sisi keunikan dan keragaman idividu, maka diperlukanlah bimbingan untuk membantu setiap individu mencapai perkembangan yang sehat didalam lingkungannya.
(lebih…)