[Cuap-Cuap] Karena Sebuah Baterai

Lagi-lagi postingan alay.
Hanya ingin menuliskan keluh kesah ketika aku lagi sedih aja.
Menggawali hari dengan bahagia, lalu berangkat ke PW, rasanya tidak ada kejadian menyakitkan yang akan terjadi. Namun siapa sangka, kejadian itu muncul sekitar jam 2.
Perasaan itu muncul lagi ketika bunyi hempasan jam itu terdengar, rasanya aku ingin banget pergi dari sini.  Gak tahan untuk lebih lama berada di sini. Tekanan batin terus aku, jiwa ku lelah bila terus berada di rumah ini. Aku ingin pergi jauh, sangat jauh dan terbebas dari kukungan tempat ini. Namun siapalah aku, aku hanya seorang gadis lemah yang pengecut yang tidak berani mengambil keputusan dalam hidupnya. Jadi memang salah ku, jika ku masih tetap berada disini. Ingin pergi dan memulai kehidupan baru, tapi aku tidak punya keberanian untuk itu dan aku menyesal atas tidak adanya keberanian yang aq miliki.

Kenapa tidak bisa sedikit saja menahan emosi, hanya karena baterei jam yang habis dan belum sempat / terlupa membeli baterei yang baru, jam malang itu hancur lebur ketika bersentuhan dengan lantai. Apasalahnya coba bersabar, bukannya tidak mau membeli, tapi sifat alami manusia (lupa) yang membuat baterai itu tidak kunjung ada. Dan hancurlah sebuah jam karena tidak bisa mengendalikan emosi.
Semua orang punya kesibukan masing-masingkan jadi jangan hanya beranggapan dirinyalah yang paling sibuk. Aku benci harus mengatakan ini. Aku benci dengan sikap emosian itu, yang menghancurkan benda2. Itu sangat merugikan.

Oke segitu aja postingan galau and sedih ku, setelah menulis ini, perasaan ku sedikit lega.

See u next time

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: