Metode Mengajar (metode pemecahan masalah “problem solving” dan metode studi lapangan) [Makalah]

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam dunia pendidikan umumnya dan proses pendidikan khususnya, penggunaan metode yang tepat dalam pengajaran merupakan hal sangat penting diperhatikan, karena keberhasilan pengajaran sangat tergantung kepada cocok tidaknya penggunaan metode pengajaran terhadap suatu topik yang diajarkan sehingga tujuan pengajarannya tercapai dengan baik.
(lebih…)

Iklan

Karakteristik Sekolah Menengah Umum

PEMBAHASAN

Sekolah Menengah Umum (SMU) adalah bentuk satuan pendidikan menengah yang menyelenggarakan program pendidikan tiga tahun setelah sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP). Karakteristik pendidikan SMU dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga segi, yaitu:
a. Tujuan Pendidikan
b. Kurikulum
c. Peserta Didik
(lebih…)

AL-QUR’AN DAN HADITS [MAKALAH]

A. DEFENISI DAN KEUTAMAAN AL-QUR’AN

1. Pengertian Wahyu

Secara Bahasa (Etimologi)

Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (قرأ) yang bermakna Talaa (تلا) [keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (قرأ قرءا وقرآنا) sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (غفر غفرا وغفرانا). Berdasarkan makna pertam a (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.
(lebih…)

Layanan Orientasi dalam BK Karier untuk Kelas [Makalah]

BAB I

PENDHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dasar pertimbangan atau pemikiran tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum, undang-undang atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya secara optimal (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual). Salah satu bidang bimbingan dalam bimbingan dan konseling adalah bimbingan karir.

(lebih…)

Layanan Informasi [Makalah]

BAB I

PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah

Dalam situasi global membuat kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia terutama siswa dan mahasiswa mancapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berfikir, dan meningkatkan kemampuan. Untuk mangatasi hal tersebut perlu disiapkan sumber daya manusia yang bermutu. Manusia atau sumber daya manusia yang bermutu adalah manusia yang sehat jasmani dan rohani, bermoral, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara professional, serta dinamis dan kreatif (Syamsu Yusuf, BK 2008). Hal ini sesuai dengan visi dan misi pendidikan nasional.

(lebih…)

Perbedaan Individu [Makalah]

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Perbedaan individu penting dibahas dan dipahami oleh pendidik agar para pendidik bisa memahami perbedaan dari asing-masing peserta didik. Setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga sering timbulnya permasalahan akibat perbedaan itu. Permasalahan ini kita akan mengetahui berbagai macam perbedaan individu, diantaranya perbedaan kognitif, perbedaan kecakapan bahasa, perbedaan kecakapan motorik, perbedaan latar belakang, perbedaan bakat, perbedaan kesiapan belajar, perbedaan tingkat pencapaian, perbedaaan lingkungan keluarga, latar belakang budaya dan etnis, dan faktor pendidikan.
(lebih…)

HAKIKAT DAN URGENSI BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB I

PENDAHULUAN

A.         Latar Belakang Masalah

Manusia adalah mahluk filosofis, artinya manusia mepunyai pengetahuan dan berpikir, mausia juga memiliki sifat yang unik, berbeda dengan mahluk lain dalam pekembanganya. Implikasi dari kergaman ini ialah bahwa individu memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan megembangkan diri sesuai dengan keunikan ataua tiap – tiap pontensi tanpa menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Dari sisi keunikan dan keragaman idividu, maka diperlukanlah bimbingan untuk membantu setiap individu mencapai perkembangan yang sehat didalam lingkungannya.
(lebih…)

PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pada dasarnya bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995).
(lebih…)

BIMBINGAN DAN KONSELING [MAKALAH]

Tulisan berikut ini merupakan Makalah Tugas Kuliahku. Jadi dariada menumpuk gak jelas aja didalam memory lepiku lebih baik ku posting aja di MY LOVELY BLOG, semoga ini bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komen kalian ya^^

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan di Indonesia. Sebagai sebuah layanan profesional, kegiatan bimbingan dan konseling tidak bisa dilakukan secara sembarangan, namun harus berangkat dan berpijak dari suatu landasan yang kokoh, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam.

Keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang panjang, sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian nama, semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (dalam Kurikulum 84 dan sebelumnya), kemudian sejak Kurikulum 1994 hingga sekarang berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. Akhir-akhir ini para ahli mulai meluncurkan wacana sebutan Profesi Konseling, meski secara formal istilah ini belum digunakan.

(lebih…)

Perkembangan Peserta Didik (makalah)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang Masalah

Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan(skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari pematangan.  Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem yang berkembang sedemikian rupa per- kembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.

Aspek– aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu.

Untuk efisiensi waktu , maka penulis membatasi penulisan ini pada perkembangan anak khususnya siswa  fase remaja . Karena Masa remaja merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu, dan merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang sehat.

 

2.1       Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini penulis ingin mengetahui :

  1. Apakah definisi perkembangan ?
  2. Apakah ciri-ciri dari perkembangan?
  3. Apa saja prinsip-prinsip perkembangan?
  4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan?
  5. Apa saja aspek– aspek perkembangan remaja?
  6. Bagaimana proses perkembangan berlangsung?
  7. Apa saja hukum perkembangan?
  8. Apa saja problem perkembangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran siswa?
  9. Bagaimana solusi bagi problem perkembangan dalam proses pembelajaran siswa
  10. Apa saja tugas-tugas perkembagan pada masa belajar?

 
(lebih…)