PERBEDAAN INDIVIDU

BAB II

PEMBAHASAN

Dalam dunia pendidikan terdapat berbagai macam faktor yang lain dengan satunya memiliki andil dalam pendidikan. Salah satu tugas yang diemban oleh para pendidik adalah memahami akan berbagai faktor pendukung pendidikan tersebut. Diantara berbagai faktor tersebut adalah bagaimana para pendidik bisa memahami akan situasi dan kondisi, baik lingkungan maupun peserta didik itu sendiri.

(lebih…)

Karakteristik Sekolah Menengah Umum

PEMBAHASAN

Sekolah Menengah Umum (SMU) adalah bentuk satuan pendidikan menengah yang menyelenggarakan program pendidikan tiga tahun setelah sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP). Karakteristik pendidikan SMU dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga segi, yaitu:
a. Tujuan Pendidikan
b. Kurikulum
c. Peserta Didik
(lebih…)

Layanan Orientasi dalam BK Karier untuk Kelas [Makalah]

BAB I

PENDHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dasar pertimbangan atau pemikiran tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum, undang-undang atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya secara optimal (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual). Salah satu bidang bimbingan dalam bimbingan dan konseling adalah bimbingan karir.

(lebih…)

Layanan Informasi [Makalah]

BAB I

PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah

Dalam situasi global membuat kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia terutama siswa dan mahasiswa mancapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berfikir, dan meningkatkan kemampuan. Untuk mangatasi hal tersebut perlu disiapkan sumber daya manusia yang bermutu. Manusia atau sumber daya manusia yang bermutu adalah manusia yang sehat jasmani dan rohani, bermoral, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara professional, serta dinamis dan kreatif (Syamsu Yusuf, BK 2008). Hal ini sesuai dengan visi dan misi pendidikan nasional.

(lebih…)

Perbedaan Individu [Makalah]

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Perbedaan individu penting dibahas dan dipahami oleh pendidik agar para pendidik bisa memahami perbedaan dari asing-masing peserta didik. Setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga sering timbulnya permasalahan akibat perbedaan itu. Permasalahan ini kita akan mengetahui berbagai macam perbedaan individu, diantaranya perbedaan kognitif, perbedaan kecakapan bahasa, perbedaan kecakapan motorik, perbedaan latar belakang, perbedaan bakat, perbedaan kesiapan belajar, perbedaan tingkat pencapaian, perbedaaan lingkungan keluarga, latar belakang budaya dan etnis, dan faktor pendidikan.
(lebih…)

HAKIKAT DAN URGENSI BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB I

PENDAHULUAN

A.         Latar Belakang Masalah

Manusia adalah mahluk filosofis, artinya manusia mepunyai pengetahuan dan berpikir, mausia juga memiliki sifat yang unik, berbeda dengan mahluk lain dalam pekembanganya. Implikasi dari kergaman ini ialah bahwa individu memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan megembangkan diri sesuai dengan keunikan ataua tiap – tiap pontensi tanpa menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Dari sisi keunikan dan keragaman idividu, maka diperlukanlah bimbingan untuk membantu setiap individu mencapai perkembangan yang sehat didalam lingkungannya.
(lebih…)

PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pada dasarnya bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995).
(lebih…)

BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI PROFESI

A. Pengertian dan Ciri-Ciri Profesi
Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Yang jelas profesi selalu menyangkut pekerjaan. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan. Untuk mencegah kesimpang siuran arti profesi dan hal-hal yang berkaitan dengan itu, berikut dikemukakan beberapa istilah yang berkaitan dan kiri-ciri profesi. (lebih…)

BIMBINGAN DAN KONSELING [MAKALAH]

Tulisan berikut ini merupakan Makalah Tugas Kuliahku. Jadi dariada menumpuk gak jelas aja didalam memory lepiku lebih baik ku posting aja di MY LOVELY BLOG, semoga ini bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komen kalian ya^^

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan di Indonesia. Sebagai sebuah layanan profesional, kegiatan bimbingan dan konseling tidak bisa dilakukan secara sembarangan, namun harus berangkat dan berpijak dari suatu landasan yang kokoh, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam.

Keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang panjang, sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian nama, semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (dalam Kurikulum 84 dan sebelumnya), kemudian sejak Kurikulum 1994 hingga sekarang berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. Akhir-akhir ini para ahli mulai meluncurkan wacana sebutan Profesi Konseling, meski secara formal istilah ini belum digunakan.

(lebih…)

Bimbingan konseling

BAB I

PENDAHULUAN

A.         Latar Belakang Masalah

Manusia adalah mahluk filosofis, artinya manusia mepunyai pengetahuan dan berpikir, mausia juga memiliki sifat yang unik, berbeda dengan mahluk lain dalam pekembanganya. Implikasi dari kergaman ini ialah bahwa individu memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan megembangkan diri sesuai dengan keunikan ataua tiap – tiap pontensi tanpa menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Dari sisi keunikan dan keragaman idividu, maka diperlukanlah bimbingan untuk membantu setiap individu mencapai perkembangan yang sehat didalam lingkungannya.
(lebih…)