PERBEDAAN INDIVIDU

BAB II

PEMBAHASAN

Dalam dunia pendidikan terdapat berbagai macam faktor yang lain dengan satunya memiliki andil dalam pendidikan. Salah satu tugas yang diemban oleh para pendidik adalah memahami akan berbagai faktor pendukung pendidikan tersebut. Diantara berbagai faktor tersebut adalah bagaimana para pendidik bisa memahami akan situasi dan kondisi, baik lingkungan maupun peserta didik itu sendiri.

(lebih…)

Metode Mengajar (metode pemecahan masalah “problem solving” dan metode studi lapangan) [Makalah]

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam dunia pendidikan umumnya dan proses pendidikan khususnya, penggunaan metode yang tepat dalam pengajaran merupakan hal sangat penting diperhatikan, karena keberhasilan pengajaran sangat tergantung kepada cocok tidaknya penggunaan metode pengajaran terhadap suatu topik yang diajarkan sehingga tujuan pengajarannya tercapai dengan baik.
(lebih…)

Perbedaan Individu [Makalah]

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Perbedaan individu penting dibahas dan dipahami oleh pendidik agar para pendidik bisa memahami perbedaan dari asing-masing peserta didik. Setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga sering timbulnya permasalahan akibat perbedaan itu. Permasalahan ini kita akan mengetahui berbagai macam perbedaan individu, diantaranya perbedaan kognitif, perbedaan kecakapan bahasa, perbedaan kecakapan motorik, perbedaan latar belakang, perbedaan bakat, perbedaan kesiapan belajar, perbedaan tingkat pencapaian, perbedaaan lingkungan keluarga, latar belakang budaya dan etnis, dan faktor pendidikan.
(lebih…)

Apersepsi

Apersepsi

Arti kata

Apersepsi berasal dari kata apperception, yang berarti menafsirkan buah pikiran, jadi menyatukan dan mengasimilasi suatu pengamatan berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki dan dengan demikian memahami dan dapat menafsirkanya.

(lebih…)

Perkembangan Peserta Didik (makalah)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang Masalah

Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan(skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari pematangan.  Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem yang berkembang sedemikian rupa per- kembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.

Aspek– aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu.

Untuk efisiensi waktu , maka penulis membatasi penulisan ini pada perkembangan anak khususnya siswa  fase remaja . Karena Masa remaja merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu, dan merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang sehat.

 

2.1       Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini penulis ingin mengetahui :

  1. Apakah definisi perkembangan ?
  2. Apakah ciri-ciri dari perkembangan?
  3. Apa saja prinsip-prinsip perkembangan?
  4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan?
  5. Apa saja aspek– aspek perkembangan remaja?
  6. Bagaimana proses perkembangan berlangsung?
  7. Apa saja hukum perkembangan?
  8. Apa saja problem perkembangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran siswa?
  9. Bagaimana solusi bagi problem perkembangan dalam proses pembelajaran siswa
  10. Apa saja tugas-tugas perkembagan pada masa belajar?

 
(lebih…)

Teori Belajar Matematika (Makalah)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1            Latar Belakang

Salah satu ciri pembelajaran matematika masa kini adalah penyajiannya didasarkan pada suatu teori psikologi belajar yang saat ini masih dikembangkan oleh ahli pendidikan. Kemampuan memahami teori-teori belajar ini merupakan salah satu kompetensi pedagogik guru, sehingga guru mampu mengembangkan pembelajaran yang memuat tiga macam aktivitas, yaitu eksplorasi, klarifikasi, dan refleksi.

Secara garis ada dua arus besar dalam perkembangan teori belajar, yaitu aliran Behaviorisme dan aliran Kognitif. Dua aliran ini memiliki dua pijakan berpikir yang sangat jelas perbedaannya. Aliran behaviorisme memandang belajar sebagai perubahan tingkah laku, sehingga belajar merupakan rangkaian aktivitas mengelola stimulus untuk mendapatkan respon yang diinginkan, sedangkan aliran kognitif memandang belajar sebagai perubahan struktur kognitif. Cara pandang tentang proses belajar tentunya akan mempengaruhi bagiamana cara guru mengajar. Dari dua aliran teori belajar tersebut lahirlah pendekatan belajar, model pembelajaran, strategi pengajaran, hingga metodenya. Begitu pentingnya pengetahuan tentang teori belajar ini bagi guru, sehingga guru mampu merancang pembelajarannya sesuai dengan materi yang hendak dikembangkan, level pengetahuan siswa, dan teori belajar yang dirujuk.

 

1.2            Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

  1. Apakah pengertian teori belajar?
  2. Bagaimanakah teori belajar Jerome S. Bruner dalam pembelajaran matematika?
  3. Bagaimanakah teori belajar Robert M. Gagne dalam pembelajaran matematika?
  4. Bagaimanakah teori belajar Skiner  dalam pembelajaran matematika?
  5. Bagaimanakah teori belajar Van Hiele dalam pembelajaran matematika?
  6. Bagaimanakah teori belajar Z. P. Dienes dalam pembelajaran matematika?
  7. Bagaimanakah teori belajar W Brownell dalam pembelajaran matematika?
  8. Bagaimanakah teori belajar Thorndike dalam pembelajaran matematika?
  9. Bagaimanakah teori belajar Gestalt dalam pembelajaran matematika?
  10. Bagaimanakah teori belajar Konstruktivisme dalam pembelajaran matematika?

 
(lebih…)

TEORI BELAJAR

TEORI BELAJAR

 

               Teori belajar merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar. Ada tiga perspektif utama dalam teori belajar, yaitu Behaviorisme, Kognitivisme, dan Konstruktivisme. Pada dasarnya teori pertama dilengkapi oleh teori kedua dan seterusnya, sehingga ada varian, gagasan utama, ataupun tokoh yang tidak dapat dimasukkan dengan jelas termasuk yang mana, atau bahkan menjadi teori tersendiri. Namun hal ini tidak perlu kita perdebatkan. Yang lebih penting untuk kita pahami adalah teori mana yang baik untuk diterapkan pada kawasan tertentu, dan teori mana yang sesuai untuk kawasan lainnya. Pemahaman semacam ini penting untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
(lebih…)

METODE INKUIRI

1. METODE INKUIRI

1.1  Definisi Metode Inkuiri

Salah satu metode pembelajaran dalam bidang Sains, yang sampai sekarang masih tetap dianggap sebagai metode yang cukup efektif adalah metode inquiry. David L. Haury dalam artikelnya, Teaching Science Through Inquiry (1993) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak: inquiry merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu. Dengan kata lain, inquiry berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu (Haury, 1993).

Menurut Mulyani Sumantri (1999) Metode inkuiri (penemuan) adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menemukan informasi dengan tanpa bantuan guru.
(lebih…)

Metode Eksperimen

1. METODE EKSPERIMEN

 

1.1  Pengertian Metode Eksperimen

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1995) metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Kemudian Mulyani Sumantri, dkk (1999) mengatakan bahwa metode eksperimen diartikan sebagai cara belajara mengajar yang melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
(lebih…)

Perbedaan Pendekatan, Metode, dan Strategi

Belum tahukan bedanya model, strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran?

Beda Strategi, Model, pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran itu harus anda ketahui bila anda menjadi seorang pendidik.

Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut.
(lebih…)